Kekuatan dari Strategi Waiting List + Follow Up
Strategi waiting list lebih powerful daripada promosi 'biasa'. Tapi kenapa masih banyak yang gagal?
Bayangkan sebuah film besar akan tayang di bioskop.
Sebelum hari rilis, mereka merilis:
Teaser yang bikin penonton penasaran
Trailer sebagai gambaran isi film
Tanggal rilis memberi waktu utk bersiap
Hasilnya?
Antusiasme memuncak, ketika film tayang, penonton berbondong-bondong ke bioskop.
"Coming soon" memberi sinyal pada audiens bahwa sesuatu yang menarik akan hadir.
Audiens jadi penasaran, mulai mencari tahu, dan secara mental mempersiapkan diri.
Kesiapan ini membuat mereka lebih terbuka terhadap penawaran ketika produk rilis.
3 Tipe Audiens
Dalam marketing, ada tiga tipe audiens:
Cold:
Belum tau produk Anda
Warm:
Sudah tau dan mulai tertarik
Hot:
Sudah siap membeli
Promosi 'biasa' sering kali menyasar cold audience yang belum siap membeli.
Waiting list mengubah audiens dari cold jadi warm bahkan hot melalui proses bertahap
Tahap 1:
Mereka mendengar tentang coming soon dan jadi penasaran
Tahap 2:
Mereka join waiting list karena tertarik dengan informasi awal atau benefit
Tahap 3:
Mereka siap beli saat produk rilis
Proses ini membuat audiens lebih hangat dan lebih mudah dikonversi jadi pembeli.
Strategi waiting list memanfaatkan rasa penasaran ini dengan memberikan "teaser" secukupnya tanpa membocorkan semuanya.
Audiens yang penasaran tentang apa yang akan Anda tawarkan akan aktif mengikuti promosi karena tidak ingin ketinggalan informasi.
Jadi waiting list bukan hanya mengumpulkan daftar nama, tapi membangun antusiasme secara bertahap yang akan jadi kekuatan.
Lebih detil tentang strategi Waitinglist sudah saya bongkar dalam ebook
Lead Priority Method.
Jika Anda membeli BoltCopy maka akan mendapatkan ebook tersebut sebagai bonusnya.
Follow Up
Strategi waiting list tidak berguna tanpa adanya followup yang konsisten.
Follow-up bukan sekadar mengingatkan audiens tentang produk Anda tapi juga berperan mendorong mereka untuk sampai pada keputusan membeli.
Tapi konten follow-up yang monoton, hanya bicara tentang produk, mengulang pesan yang sama dengan cara yang sama juga hampir tidak berguna.
Audiens tidak akan tertarik dan mereka justru akan hilang minat dan merasa bosan.
Disini Anda perlu membuat konten yang super relevan, bernilai dan juga bervariasi.
Seperti apa contoh konten followup yang ideal dan memberikan konversi?
Anda bisa lihat, contek bahkan copy paste seluruh konten yang ada di dalam BOLTCOPY.
Silahkan Cek Disini
error:
Content is protected !!