FOMO Itu Ampuh, Tapi Jangan Dipakai Buat Nipu
Pernah buka landing page dan tiba-tiba muncul notifikasi kecil: “Baru saja dibeli oleh Andi dari Bekasi”?
Atau countdown timer yang bikin Anda buru-buru ambil keputusan?
Itu bukan kebetulan. Itu FOMO. Fear of Missing Out.
Dan ternyata... 60% konsumen mengaku membeli karena takut ketinggalan. (Sumber: Strategy Online)
FOMO itu nyata. Dan powerful.
Tapi masalahnya, banyak marketer pakainya kebablasan.
Stok pura-pura habis. Timer yang bisa reset tiap refresh.
Nama pembeli yang direkayasa.
Efeknya?
Ya mungkin closing cepat. Tapi trust hancur pelan-pelan.
Padahal ada cara yang lebih jujur. Lebih sehat. Dan tetap menggerakkan audiens.
FOMO tidak harus manipulatif.
Bisa dikemas dengan data real, batas waktu asli, dan copy yang etis.
Kalau Anda jualan produk digital, ini bukan teori semata.
Strategi FOMO bisa jadi penyelamat konversi saat belum ada testimoni.
Saya sudah susun pendekatannya dalam satu ebook:
📘 Rahasia FOMO Marketing
Baca dan pelajari, bagaimana membuat audiens berkata “saya gak mau ketinggalan!”
Tanpa harus membohongi mereka.
Ebook ini bisa Anda akses GRATIS jika membeli Honestu.
Cek Honestu Disini
error:
Content is protected !!