Banyak orang terjebak mitos-mitos ini, akhirnya hasil iklan tidak sesuai harapan, malah membawa kerugian.
Meta (FB dan IG) Ads masih menjadi salah satu platform periklanan digital paling efektif.
Tapi, banyak mitos sering kali menyebabkan strategi yang salah.
Akibatnya, banyak yang kecewa karena hasil yang tidak sesuai harapan.
Inilah 5 mitos Meta Ads serta fakta sebenarnya agar Anda bisa mengoptimalkan iklan dengan lebih baik.
Mitos #1 Pasang Iklan, Langsung Untung
Banyak yang berpikir bahwa begitu mereka aktifkan iklan, uang akan langsung mengalir masuk.
Sayangnya, kenyataan tidak semudah itu.
Meta Ads bekerja dengan sistem algoritma yang memerlukan pengujian dan pengoptimalan terus-menerus.
Menurut data dari WordStream, rata-rata conversion rate untuk iklan Facebook adalah sekitar 9,21%.
Artinya, dari setiap 100 orang yang mengklik iklan, hanya sekitar 9 orang yang benar-benar melakukan tindakan yang diinginkan.
Tanpa strategi yang tepat, kemungkinan besar Anda hanya akan membakar uang tanpa hasil maksimal.
Jadi intinya iklan butuh testing dan optimasi. Langsung untung itu bonus, bukan jaminan.
Mitos #2 Makin Besar Budget, Makin Besar Hasilnya
Tidak sedikit pengiklan yang percaya bahwa menaikkan anggaran iklan otomatis akan meningkatkan penjualan.
Padahal, tanpa strategi yang tepat, uang yang dikeluarkan bisa terbuang sia-sia.
Misalnya, jika iklan Anda tidak menarik atau targeting tidak sesuai, meningkatkan budget justru akan mempercepat pemborosan dana.
Sebuah riset dari HubSpot menyebutkan bahwa 41% pengiklan mengalami kesulitan mendapatkan ROI positif dari iklan berbayar.
Oleh karena itu, yang lebih penting bukanlah besarnya anggaran, tetapi bagaimana anggaran tersebut dikelola dengan baik.
Jadi budget besar tanpa strategi malah buang uang. Fokuslah pada strategi yang jelas.
Mitos #3 Lebih Banyak Klik, Pasti Lebih Banyak Penjualan
Banyak yang berasumsi bahwa semakin tinggi jumlah klik, semakin tinggi pula angka penjualan. Sayangnya, tidak selalu demikian.
Jika iklan Anda menarik banyak klik tetapi tidak menghasilkan pembelian, itu artinya ada masalah dalam funnel pemasaran Anda.
Salah satu penyebab utama adalah clickbait—iklan yang menarik klik tetapi tidak relevan dengan produk atau layanan yang ditawarkan.
Menurut laporan dari Smart Insights, rata-rata bounce rate untuk landing page dari iklan digital bisa mencapai 70% jika tidak dioptimalkan dengan baik.
Solusinya?
Pastikan konten iklan sesuai dengan halaman tujuan dan memiliki call-to-action (CTA) yang jelas untuk mendorong konversi.
Klik tinggi tanpa konversi hanya menambah biaya. Konten iklan harus memancing aksi, bukan sekadar klik.
Mitos #4 Retargeting Hanya untuk yang Sudah Klik Iklan
Banyak yang berpikir bahwa retargeting hanya bisa dilakukan kepada orang-orang yang sudah pernah mengklik iklan sebelumnya.
Padahal, Meta Ads memungkinkan retargeting ke berbagai jenis audiens, termasuk:
Orang yang sudah mengunjungi website Anda
Orang yang sudah menonton video iklan Anda
Orang yang sudah berinteraksi dengan postingan atau halaman Facebook/Instagram Anda
Menurut AdRoll, pengguna yang ditarget ulang memiliki kemungkinan 70% lebih tinggi untuk membeli produk dibandingkan yang tidak ditarget ulang.
Jadi, manfaatkan retargeting dengan baik untuk meningkatkan peluang konversi.
Mitos #5 Semua Produk Cocok di Meta Ads
Tidak semua produk akan berhasil di Meta Ads.
Produk dengan harga sangat tinggi atau produk yang butuh penjelasan panjang biasanya kurang efektif jika hanya dipasarkan melalui iklan Meta.
Misalnya, produk B2B dengan nilai transaksi besar mungkin lebih cocok untuk iklan LinkedIn.
Sementara produk dengan pencarian tinggi mungkin lebih efektif dipasarkan melalui Google Ads.
Menurut laporan eMarketer, 41% pengiklan B2B lebih memilih LinkedIn daripada Facebook untuk pemasaran karena lebih sesuai dengan target audiens mereka.
Oleh karena itu, selalu lakukan riset sebelum menentukan platform periklanan yang tepat.
Kesimpulan
Meta Ads adalah alat yang luar biasa untuk pemasaran digital, tetapi hanya jika digunakan dengan strategi yang benar.
Jangan mudah percaya dengan mitos-mitos yang beredar. Pastikan Anda selalu melakukan testing, mengelola anggaran dengan cermat, dan memahami perilaku audiens Anda.
Mau belajar lebih serius agar bisa memanfaatkan Meta Ads dengan lebih maksimal?